BORNEONEWS, Palangka Raya - Dilepasnya garis polisi pada tujuh sekolah yang terbakar membuat hati para guru lega. Sebab, pelepasan garis polisi sekaligus mencabut status QUO itu menandakan bahwa sekolah sudah bisa dibangun kembali.
"Saya bersyukur dengan pelepasan ini. Karena dengan begitu, ada harapan segera dibangun," kata guru olahraga SDN 1 Menteng, Karolina kepada borneonews.co.id, Jumat (3/11/2017).
Dia menuturkan, pascasekolah terbakar pada Juli 2017 lalu, mereka terpaksa memberlakukan sistem belajar pagi dan sore. Untuk kelas 1, 2 dan 3 turun pagi sedangkan 4, 5 dan 6 sore.
Dengan sistem tersebut, tidak sedikit juga para murid yang mengeluh dengan kondisi pembelajaran. Salah satunya mengatakan cuaca cukup panas. "Selama garis polisi dipasang, murid juga tidak pernah ada yang masuk. Meskipun saat ini sudah dilepas, belajar pagi dan sore tetap berlangsung sambil menunggu sekolah dibangun," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-2)
Guru Kini Menanti Sekolah yang Terbakar Dibangun
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







