BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun menyebut konflik internal disalah satu sekolah di Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang beberapa waktu lalu sudah berakhir dan semuanya kembali seperti biasa.
"Setelah dilakukan mediasi dan kunjungan dari komisi III beberpa waktu lalu semuanya sudah selesai," kata Rimbun, Senin (6/11/2017).
Menurut Rimbun masalah berkaitan dengan persoalan guru yang menuding adanya ketidaktransparanan di sekolah itu sudah diselesaikan dengan baik.
Menurutnya ada kesalahapahaman dan juga memang titik awal karena tidak transparan kepala sekolah.
Namun setelah kedua belah pihak didudukan bersama dan diberikan pemahaman, semuanya bisa mencair kembali.
Hal itu tidak lepas dari peran dewan guru dan pihak kepala sekolah yang masih ingin mengabdi dan mendidikan siswa siswinya di sekolah tersebut.
Dari permasalahan ini Rimbun menyebut bahwa segala persoalan di sekolah hendaknya bisa dibicarakan dengan baik dan secara bersama-sama agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan akhirnya muncul konflik internal, yang mana jadi korban adalah para peserta didik.
"Kami mengapresiasi dari dewan guru yang sudah berani menyampaikan aspirasi untuk konsultasi ke lembaga DPRD, kalau ada masalah di sekolah kami dari DPRD khususnya komisi III selalu siap memediasi dan menengahi persoalannya agar tidak berkepanjangan," tegasnya.
Karena jika setiap ada persoalan dan dibiarkan maka yang jadi korban adalah peserta didik, dari itu ia menyarankan agar jika setiap ada persoalan selalu dicari jalan keluarnya bersama-sama. (NACO/B-6)








