BORNEONEWS, Sampit - Haji Darmansyah, kuasa hukum salah satu korban penipuan modus investasi komoditas karet menyayangkan lambannya penanganan kasus penipuan yang merugikan para korbannya yang mencapai miliaran rupiah.
Di mana dalam kasus itu para terlapor satu keluarga yang berinisial HK, SJ, dan AS informasinya sudah tidak ada di tempat, dan diduga sudah melarikan diri dari Sampit, Kabupaten Kotim. "Apa yang kita khawatirkan terjadi akhirnya," kata Darmansyah Rabu (8/11/2017).
Maka dari itu menurut Darmansyah, sejak beberapa waktu lalu ia mendesak penyidik untuk menahan dan mengamankan para terlapor agar tidak ada upaya melarikan diri, apalagi kerugian yang dialami korban tidak sedikit.
"Apa yang tidak bisa dilakukan jika orang pegang uang banyak, tidak sedikit uang sebanyak itu, mau kabur ke mana saja bisa mereka, makanya kita minta agar segera ditahan, namun tidak sepertinya sampai mereka kabur," kata Darmansyah.
Meski demikian Darmansyah tetap mendesak agar aparat Polres Kotim yang menangani parkara itu terus mencari para terlapor untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum atas perbuatan yang mereka lakukan tersebut.
"Saya rasa tidak susah bagi aparat melacak keberadaan para terlapor, semoga dalam waktu dekat mereka segera diamankan," tegasnya.
Sejumlah korban penipuan melaporkan HK, SJ dan AS ke polres setelah mereka menerima cek kosong untuk pembayaran peminjaman uang investasi karet. Ada beberapa korban yang mengadu, di mana kerugian yang dialami diperkirakan mencapai puluhan miliar. (NACO/B-5)
Polres Kotim Dinilai Lamban Tangani Kasus Penipuan Miliaran Rupiah Menyebabkan Para Terlapor Kabur
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
PSI Barito Timur Turun ke Jalan, Bantu Warga Hadapi Kabut Asap Karhutla
Pemko Tidak Kewalahan Tangani Karhutla, Fokus Hadapi Kondisi di Lapangan
Penundaan TKA Kalteng jadi Kesempatan Perdalam Materi
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Komentar (0)
Memuat komentar…







