BORNEONEWS, Palangka Raya - Muncul keluhan dari para peserta yang tidak lolos dalam rekrutmen calon panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) yang dilakukan KPU Kota Palangka Raya.

Berbagai keluhan mulai dari pelaksanaan tes yang tidak sesuai juknis hingga banyaknya wajah lama yang lolos mendapat jawaban dari pihak KPU Kota Palangka Raya.

Ketua KPU Kota Palangka Raya, Eko Riadi melalui Komisioner KPU Kota, Ngismatul Choiriyah menepis anggapan tidak transparan serta sarat kepentingan yang ditujukan kepada KPU dalam melakukan rekrutmen PPK dan PPS tersebut.

"Dalam tes wawancara peserta semua dilakukan dengan parameter yang jelas dan diberikan sama kepada setiap peserta tes," kata Ngismatul, Kamis (9/11/2017).

Seleksi itu menurut Ngismatul dilakukan di kantor Kecamatan Sabangau, kantor Kecamatan Bukit Batu, Kelurahan Pager serta di aula KPU Kota Palangka Raya dengan parameter yang jelas.

"Kalaupun saat tes wawancara ada diuji kemampuan IT, tidak lain untuk mengukur kemampuan peserta karena kita ingin setidaknya dalam setiap anggota PPK atau PPS minimal ada satu anggota yang memiliki kemampuan atau penguasaan IT dalam hal komputer. Kita ketahui untuk setiap anggota PPK ada lima orang, sedangkan anggota PPS ada tiga orang. Jadi setidaknya minimal ada yang menguasai IT, karena nanti banyak hal yang dikoordinasikan dan dikerjakan melalui sistem IT. Bagi kami dari KPU tentu mengharapkan kemampuan IT ini menjadi penting, untuk memudahkan pekerjaan," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)