BORNEONEWS, Palangka Raya - Komisioner KPU Kota Palangka Raya, Ngismatul Choiriyah menanggapi keluhan peserta yang tidak lolos rekrutmen calon panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS).

Salah satu keluhan yang muncul ialah banyaknya wajah-wajah lama yang masih menghiasi jabatan tersebut. Padahal jika berpegang pada aturan, yang sudab dua kali menduduki jabatan tersebut tidak dibolehkan ikut lagi.

"Terkait dengan masih adanya peserta yang sebelumnya pernah menjadi anggota PPK ataupun PPS, dan untuk rekrutmen kembali dinyatakan lolos, tentu bisa Saya sampaikan bahwa kemampuan ada karena pengalaman. Tentu mereka yang sudah pernah terpilih memiliki kemampuan yang sudah teruji serta memiliki standar pemahaman terhadap tata pelaksanaan dalam penyelenggaraan pemilu," kata Ngismatul, Kamis (9/11/2017).

Kinerja yang dilakukan ketika menghadapi pilkada atau pemilu itu, lanjut Ngismatul, tidak sedikit dan sangat berat.

"Karenanya disetiap PPK atau PPS setidaknya ada anggotanya yang sebelumnya pernah menduduki untuk posisi yang sama, dengan pertimbangan lebih mengetahui kinerja yang dihadapi. Intinya kami dari KPU memiliki pertimbangan tersendiri, termasuk tidak mempublikasikan parameter nilai peserta tes yang dinyatakan lolos," ucapnya.

Ngismatul menyebut bahwa rencananya para anggota PPK dan PPS yang dinyatakan lolos dan diterima tersebut akan dilantik pada 13 November 2017. Sejak itu pula mereka mulai aktif bekerja selama masa Pilkada serentak 2018.

"Mereka akan bekerja selama 9 bulan. PPK dan PPS yang diterima ini semuanya berasal dari wilayah mereka masing-masing, sehingga tahu betul kondisi daerahnya," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)