BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mendorong jajarannya dan mengimbau masyarakat untuk melaksanakan gerakan masyarakat sehat. Hal ini berkaitan dengan Hari Kesehatan Nasional 2017.

Menurut Gubernur, perlu penanganan dengan mengedepankan perubahan perilaku, yaitu dari gaya hidup tidak sehat menjadi sehat supaya tidak mudah terjangkit penyakit, baik yang menular maupun tidak menular.

Penyakit tidak menular saat ini secara global telah mendapat perhatian serius dan menjadi salah satu target nasional serta dunia. Hal ini didasari fakta yang terjadi di banyak negara bahwa meningkatnya usia harapan hidup dan perubahan gaya hidup juga diiringi meningkatnya prevalensi obesitas, kanker, penyakit jantung, diabetes, gangguan indera dan fungsional, serta penyakit kronis lainnya.

“Arah kebijakannya harus memperkuat upaya promotif (penyadaran) dan preventif (pencegahan) melalui gerakan masyarakat sehat. Sasarannya adalah menurunnya penyakit menular dan tidak menular,” ungkap Gubernur melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur, Endang Kusrihatun, pada pembukaan seminar kesehatan penyakit tidak menular, kesehatan jiwa, dan napza yang digelar Dinas Kesehatan Kalteng di Palangka Raya, Kamis (9/11/2017).

Perlu dipahami, penanganan penyakit tidak menular memerlukan waktu lama dan teknologi yang mahal. “Bertepatan dengan hari kesehatan nasional 2017 ini gerakan masyarakat sehat harus mengedepankan perubahan perilaku dari tidak sehat memicu terjadinya penyakit tidak menular, seperti kurang aktifitas fisik, kurang konsumsi buah dan sayur, merokok, dan kurangnya kesadaran cek kesehatan secara teratur,” sebutnya. (ROZIQIN/B-3)