BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Para petani kecil pengolah lahan kelapa sawit dari suku Dayak di Serawak, Malaysia, telah mengirimkan surat terbuka kepada Komisi Uni Eropa terkait rencana implementasi resolusi sawit.

Adalah Dayak Oil Palm Planters Association (DOPPA) yang berasal dari Negara Bagian Sarawak yang mengirimkan surat terbuka itu, Kamis (9/11/2017). Mereka khawatir rencana implementasi resolusi sawit Uni Eropa yang akan menghapuskan biodiesel berbasis minyak sawit pada 2021, akan mematikan kehidupan para petani kecil. Untuk diketahui, terdapat jutaan petani kecil sawit yang tersebar di Malaysia dan Indonesia yang mengggantungkan hidup meraka dari perkebunan sawit.

Dalam suratnya, seperti dilansir Huffington Post, DOPPA menyatakan bahwa mereka bertani sawit secara turun temurun dan pekerjaan itu selama ini menjadi tempat bergantung hidup mereka.

DOPPA juga menegaskan bahwa mereka mengelola lahan sawit tanpa merusak hutan, melainkan sudah mengadopsi sistem berkelanjutan.

Sementara itu, Indonesia dan Malaysia memiliki hak mengajukan gugatan melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) jika resolusi soal sawit diterapkan sebagai kebijakan.

Langkah kedua negara produsen terbesar minyak sawit dunia itu merespons kemungkinan Komisi Eropa mengadopsi resolusi yang disahkan Parlemen Uni Eropa (UE) pada April lalu sebagai kebijakan resmi kawasan Benua Biru terkait minyak sawit dan deforestasi.

Dalam pernyataan resmi di Bali, awal pekan ini, Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia Datuk Seri Mah Siew Keong mengatakan pihaknya akan terpaksa mengajukan keberatan melalui WTO, karena Uni Eropa dinilai terus melakukan kebijakan yang diskriminatif terhadap Indonesia dan Malaysia.

Dalam Renewable Energy Directive, seperti dikutip Reuters, UE berencana memblokir semua jenis biofuel berbasis sawit agar tidak masuk ke kawasan Eropa.

Jika usulan tersebut masuk ke jajaran legislatif, Mah menyebutkan bahwa minyak sawit akan dikeluarkan dari Renewable Energy Directive, sedangkan minyak nabati lainnya tidak.

Di sisi lain, Indonesia mengancam akan membatasi impor susu bubuk dari Eropa jika resolusi sawit jadi diterapkan.

"Jika mereka (UE) terus mendukung resolusi, kita akan melakukan hal yang sama," tegas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kepada wartawan di sela konferensi minyak sawit di Nusa Dua, Bali, yang juga dihadiri Malaysia yang dipimpin oleh Mah Siew Keong. (NEDELYA RAMADHANI/m)