BORNEONEWS, Sampit - Destinasi wisata Pantai Satiruk dan Cemeti di Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memang masih belum banyak yang tahu. Terlebih cara menuju salah satu 'surga' tersembunyi.

Di sini borneonews.co.id memberikan sedikit memberi untuk mengakses pantai yang indah dan sedikit pengunjung itu.

Untuk mencapai, wisatawan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam, dari Kota Sampit. Ada dua alternatif transportasi yang ditawarkan, yakni jalur darat dan air.

Untuk melalui jalur darat, pengunjung harus menggunakan kendaraan bermotor ataupun mobil ke daerah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan terlebih dahulu. Ini membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga satu jam.

Sesampainya di Samuda, wisatawan harus menggunakan perahu kelotok lagi untuk menyebrang Sungai Mentaya menuju Desa Bapinang, Kecamatan Pulau Hanaut. Setelah itu baru menggunakan kendaraan bermotor untuk menuju ke Desa Satiruk dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam.

Sedangkan untuk melalui jalur perairan, dari Samuda bisa menggunakan perahu kelotok, yang membutuhkan waktu sekitar 105 menit langsung sampai ke pantai.

"Iya memang ada dua alternatif transportasi, laut maupun darat. Jadi tinggal pilih saja mana yang ingin ditumpangi," kata Camat Pulau Hanaut H Eddy Mashami.

Dia berharap keberadaan pantai, bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke sana. Karena di daerah itu tidak hanya pantai dan ombak saja, namun juga banyak berbagai macam jenis fauna. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)