BORNEONEWS, Sampit -Pardigma masyrakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) harus dirubah salah satunya dengan memberikan edukasi, karena sebagian besar masih bergantung kepada sektor tertentu.
Akibatnya disaat sektor andalan itu mengalami persoalan, maka ekonomi masyarakat juga akan bepengaruh.
"Maka dari itu masyrakat perlu diberikan edukasi untuk mencoba berbagai kegiatan usaha pertanian yang memiliki nilai ekonomis yang mana sepanjang tahun selalu stabil," kata Anggota Komisi II DPRD Kotim, Abdul Kadir, Minggu (12/11/2017).
Dia menyebut kultur warga saat ini sebagian masih bergantung kepada sektor alam, memang diakui ini karena terbanngun semenjak jaman kayu melimpah ruah dulunya akibatnya usaha lain tidak bisa dilakukan dan dilaksanakan. Seiring kayu sudah meredup begitu juga ekonomi masyarakat ikut meredup.
Dari itu masyarakat saat ini perlu diberikan pencerahan dan edukasi untuk merubah pola usaha lama itu. Saat ini usaha yang sangat cocok digeluti dibidang pertanian. Di antaranya menjadi petani pangan seperti petani bawang, petani cabai, petani sayur mayur dan lain sebagainya.
"Potensi itu masih sangat besar untuk digarap tapi sayangnya masyarakat kita masih belum bisa melakukannya,," ucapnya.
Solusinya lain yakni perlu diberikan contoh melalui kelopok tani sukses agar masyrakat tertarik berusaha disektor tersebut. Jika bergantung kepada sektor kelapa sawit, karet, dan rotan memang masih menjanjikan. Namun ada kalanya komoditas itu juga mengalami fluktuasi harga.
Dia menyarankan alangkah eloknya disamping berusaha di sektor itu warga juga diarahkan untuk melakukan kegiatan budidaya tanaman pangan dan sayur mayur agar ekonomi masyarakat tetap stabil.(NACO/B-6)








