BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Dani Rakhman menyambut baik rencana pemkab untuk mengoneksikan seluruh desa dengan jaringan internet.
"Program itu tentunya berdampak positif terutama dari sisi sosial masyrakat," kata Dani Rakhman, Senin (13/11/2017).
Dani sangat mendukung kalau memang seluruh desa di Kotim ini bisa tersambung dengan sinyal telekomunikasi. Bagi warga di pedalaman ini adalah angin segar terutama untun beberapa desa yang masih sinyal teleponnya tidak stabil.
Selain dengan sinyal telepon itu dia juga mendorong pengembangan ke arah koneksi internet. Apabila itu terealisasi maka percepatan pembangunan di sektor sumber daya manusia juga akan lebih cepat.
Selain itu, selama ini warga masih kesulitan dalam mencari sinyal telepon. Apalagi di daerah utara Kotim, kadang mesti naik di atas bukit baru bisa tersambung.
"Sambungan telekomunikasi juga sebagai salah satu indikator maju atau tertinggalnya suatu desa, terisolir atau tidaknya. Sebab jika nantinya semua desa bisa dengan nyaman melakukan koneksi internet dan terlekomunikasi maka segala sesuatunya akan mudah," tegasnya.
Pemkab menargetkan pada 2018 mendatang, seluruh desa yang mengalami blank spot dapat mengakses jaringan telekomunikasi. Sebab tahun ini baru sepuluh desa yang dicoba untuk mengakses system Very Small Aperture Terminal (Vsat).(NACO/B-11)
"Program itu tentunya berdampak positif terutama dari sisi sosial masyrakat," kata Dani Rakhman, Senin (13/11/2017).
Dani sangat mendukung kalau memang seluruh desa di Kotim ini bisa tersambung dengan sinyal telekomunikasi. Bagi warga di pedalaman ini adalah angin segar terutama untun beberapa desa yang masih sinyal teleponnya tidak stabil.
Selain dengan sinyal telepon itu dia juga mendorong pengembangan ke arah koneksi internet. Apabila itu terealisasi maka percepatan pembangunan di sektor sumber daya manusia juga akan lebih cepat.
Selain itu, selama ini warga masih kesulitan dalam mencari sinyal telepon. Apalagi di daerah utara Kotim, kadang mesti naik di atas bukit baru bisa tersambung.
"Sambungan telekomunikasi juga sebagai salah satu indikator maju atau tertinggalnya suatu desa, terisolir atau tidaknya. Sebab jika nantinya semua desa bisa dengan nyaman melakukan koneksi internet dan terlekomunikasi maka segala sesuatunya akan mudah," tegasnya.
Pemkab menargetkan pada 2018 mendatang, seluruh desa yang mengalami blank spot dapat mengakses jaringan telekomunikasi. Sebab tahun ini baru sepuluh desa yang dicoba untuk mengakses system Very Small Aperture Terminal (Vsat).(NACO/B-11)








