BORNEONEWS, Pulang Pisau - Petani di Desa Belanti Siam Kecamatan Pandih Batu meminta eksavator kepada Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungannya di desa tersebut, Senin (13/11/2017). Desa Belanti Siam merupakan sentra pertanian padi yang ada di Kabupaten Pulang Pisau. "Kami minta eksavator pak," kata Slamet salah satu petani yang ada di Desa tersebut, saat melakukan tanya jawab dengan Menteri Pertanian.
Menurut Slamet, eksavator akan digunakan untuk mengelola lahan yang perlu penanganan khusus, karena tidak semua alat pertanian dapat digunakan untuk mengoptimalkan lahan di desa tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Andi mengatakan dapat merealisasikan permintaan petani tersebut, meski berupa eksavator mini. Dengan harapan, petani dapat mengelola lahan dengan maksimal.
Akan ada 10 handtraktor dan lima traktor roda empat pada tahun mendatang untuk keperluan pengolahan pertanian di desa tersebut dalam memenuhi pencapaian target pertanian nasional. "Di Kalimantan kita siapkan bantuan 100 ribu hektare untuk tanaman jagung dan 300 ribu hektare untuk peningkatan padi organik," katanya.
Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran yang mendampingi Menteri Pertanian mengatakan, peningkatan bidang pertanian tidak hanya dapat didukung dengan sarana dan prasaran saja, tetapi infrastruktur juga memiliki peranan penting. "Saya siap bantu wilayah ini karena sebagai sentra pertanian di Kalimantan Tengah," kata Sugianto. (JAMES DONNY/B-2)
Petani Belanti Siam Minta Eksavator kepada Menteri Pertanian
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Lamandau Soroti Pencegahan Karhutla dan Tanggung Jawab Perusahaan saat Tinjau Eks Konsesi Grace dan PWN
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Evaluasi Pelaksanaan PJJ di Tengah Kabut Asap
Ini 2 Lokasi Depot Air Gratis di MB Ketapang Sampit
Oli Berceceran di Bundaran Besar Jalan Pemuda Kapuas
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Komentar (0)
Memuat komentar…







