BORNEONEWS, Sampit - Penekanan angka kemiskinan harus menjadi prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur 2016-2021.

"Prioritas ini perlu dicanangkan, karena masih banyak penduduk miskin di wilayah ini. Maka dari itu kami meminta agar rencana itu direalisasi secara nyata," kata anggota DPRD Kotim, H Dani Rakhman, Selasa (14/11/2017).

Dalam dokumen RPJMD bahwa salah satu yang ditargetkan penurunan angka kemiskinan, maka dari itu mereka mendesak pemerintah menepatinya, salah satunya dengan penguatan ekonomi masyrakat.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kotim ini menyebut program dua tahun berjalan ini dianggap masih belum mampu menggambarkan komitmen untuk pengentasan kemiskinan apalagi jika melihat kebijakan keuangan daerah yang banyak diarahkan untuk pembangunan infrastruktur jalan di daerah yang belum menyentuh kepada masyrakat Kotim

Selain itu yang tidak kalah penting mesti digambarkan juga selama lima tahun ke depan strategi pemerintah daerah dalam menumbuhkan iklim investasi, yang akan berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja, pengurangan tingkat pengangguran, dan akhirnya berdampak pada pengurangan angka kemiskinan.

"Jika pemerintah serius untuk mengentaskan angka kemiskinan tentu ini akan berdampak baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang saat ini masih di bawah garis kemiskinan," pungkasnya. (NACO/B-5)