BORNEONEWS, Sampit - Pihak eksekutif memastikan jelang pembahasan RAPBD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak ada kongkolingkong antara pihak eksekutif dan legeslatif. Bahkan ia menyebut kalau pihaknya akan selalu terbuka soal anggaran.

"Saya sudah sering katakan akan selalu terbuka tidak ada dusta diantara kita, teman dewan juga kita kasih tahu kalau anggaran kita terbatas," kata Halikinnor, Kamis (16/11/2017).

Dengan kondisi saat ini menurut Halikinnor ia berharap pelaksaan kegiatan bisa memilih dan memilah mana kegiatan yang menjadi skala prioritas. "Karena kita ada perencanaan pembangunan desa seperti musrenbang desa, kabupaten, provinsi hingga nasional," tegasnya.

Menurut Halikinnor ada beberapa pilihan dalam peningkatan program daerah mulai dari perekonomian hingga pada infrastruktur. Namun mereka memilih untuk peningkatakan infrastruktur.

Karena jika itu dilakukan secara tidak langsung akan menunjang sektor lain, seperti perkonomian, pariwisata, perdagangan hingga jasa. "Insya Allah tidak ada yang main-main, kita akan melakukan pembahasan secara maksimal," tegasnya.

Pembahasan RAPBD 2018 diagendakan pekan mendatang, setelah rencana pekan ini ditunda. Pembahasan ditargetkan selesai akhir bulan ini, bahkan pengesahan dijadwalkan pada 27 November 2017. (NACO/B-5)