BORNEOENEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran berharap, otonomi daerah dan otonomi desa mampu menghasilkan kebijakan yang seluas-luasnya dalam membuka kesempatan bagi setiap desa maupun masyarakat untuk meningkatkan kapasitas.


“Perlu kita sadari bahwa sumber daya manusia (SDM) di Indonesia tidak kalah unggul dengan negara lain. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pelopor dan pendamping penggerak produk unggulan daerah yang ada di perdesaan,” ungkap Gubernur melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Pelaksana Tugas Sekda Kalteng Mugeni pada pembukaan Gerakan Kedaulatan Pangan dan Energi melalui Produk Unggulan Daerah di Palangka Raya, Jumat (17/11/2017).


Hadir dalam pertemuan itu perwakilan dari 73 kabupaten terpilih, 200 pelopor, 200 pendamping, serta lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pendampingan masyarakat.


Kegiatan berskala nasional itu merupakan inisiatif dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), juga kementerian dan lembaga pusat terkait lainnya, serta dihadiri perwakilan pemerintah provinsi se-Kalimantan.


“Pada kesempatan ini saya mengajak pemerintah daerah bersama-sama pemerintah pusat, khususnya Kemendes PDTT, untuk semakin merapatkan barisan membangun desa,” ajak Gubernur. (ROZIQIN/B-3)