BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemuda Muhammadiyah (PM) tidak boleh ikut dalam arus pergaulan yang tidak sehat. Organisasi ini juga harus memperkuat jaringan kedalam dan keluar guna membantu masyarakat untuk keluar dari kesengsaraan yang terjadi.
Dua hal ini menjadi penekanan jelang pelaksanaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah yang akan berlangsung 26-29 November 2017 mendatang. “Organisasi ini berisi orang-orang muda yang mempunyai visi kebangsaan dan keummatan,” terang Pimpinan Pusat PM, Ahmad Fanani, Jumat (24/11/2017).
Fanani juga telah menggariskan, secara kelembagaan PM tidak bileh terlibat politik praktis di perhelatan Pilkada Serentak 2018. Menurutnya, PM secara kelembagaan harus lebih fokus mengurusi aspek-aspek yang menyangkut perbaikan di ranah kebangsaan dan perwujudan keadilan sosial.
“Kita mau meluruskan politik ke tujuan mulia, mengembalikan ke jalurnya, dan akan kita formulasikan dalam siding Tanwir. Integritas dan produktifitas harus diwujudkan,dengan mempertajam kajian etika berpolitik Pemuda Muhammadiyah,” tandasnya.
Sementara Ketua Pimpinan Wilayah (PW) PM Kalteng, Daryana mengatakan, Tanwir dilaksanakan untuk konsolidasi jejaring PM Se-indonesia dan merumuskan rekomendasi gerakan organisasasi. ADa beberapa kegiatan mengiringi Tanwir ini, mulai dari Apel kebangsaan hingga aksi sosial.
“Berbagai rangkaian kegiatan mengiringi antara lain apel kebangsaan Kokam, sunatan masal 100 anak, jalan sehat, pawai taaruf, dan donor darah serta pembagian bingkisan sembako. Ada juga penanaman ratusan pohon, sebagai ajakan kita harus peduli kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya. (ROZIQIN/B-5)








