BORNEONEWS, Palangka Raya – Meskipun berulang kali tersandung kasus besar, politisi Golkar yang kini menjabat Ketua DPR RI, Setya Novanto (SN) tidak kunjung mau mengundurkan diri dari kedudukan ‘terhormat’ itu.
Hal itu dinilai sebagai penunjukkan kemunduran atau rendahnya etika dan moral politik di Indonesia. Sorotan ini datang dari Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak saat hadir di Palangka Raya, Minggu (26/11/2017).
“Sosok SN ini standar moral politiknya rendah atau sedikit. Secara etik juga mengarah kepada Golkar selaku partai yang menaunginya. Kenapa? Moral politiknya juga rendah karena kok diam saja ketika ketuanya melakukan hal seperti itu,” nilainya usai menghadiri jalan sehat di Bundaran Besar dalam rangka Tanwir II organisasinya.
Ia membandingkan dengan sejumlah negara yang menjunjung integritas, kejujuran, harga diri, dan secara otomatis penetapkan standar moral yang tinggi. Terutama dalam ruang-ruang kepemimpinan publik.
“Di Jepang misalnya, jangankan menjadi tersangka, dituduh saja sudah mundur. Kenapa? Itu karena standar moralnya tinggi,” tandas Dahnil, Ketua Umum periode 2014-2018 yang dilatik pada (23/12/2014) tersebut. (ROZIQIN/B-5)








