BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, momentum pemilu kepala daerah (Pilkada) Serentak 2018 ini, mendukung salah satu kader adalah tugasnya secara jamaah.
Dia tidak memungkiri meskipun tidak dibolehkannya secara organisasi untuk terlibat dukung pendukung secara praktis tetapi secara psikologi pasti mengarahkan dukungan kepada calon yang berasal dari organisasinya.
“Mensupport kader yang maju di Pilkada ini adalah tugas jamaah, bukan tugas jamiyah. Jadi secara organisasi ya tetap dorong kadernya, tidak bisa dipungkiri itu, tapi bukan atas nama organisasinya,” katanya.
“Seperti Daryana, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah (PM). Organisasi atau jam’iyah tidak akan mendukung dia karena politik praktis. Tetapi secara jamaah, anggota PM akan dukung dia dengan segala caranya,” ucap Dahnil.
Sebelumnya Pengurus PP Pemuda Muhammaiyah Ahmad Fanani menggariskan, secara kelembagaan PM tidak boleh terlibat politik praktis di perhelatan Pilkada serentak 2018.
Menurutnya, PM secara kelembagaan harus lebih fokus mengurusi aspek-aspek yang menyangkut perbaikan di ranah kebangsaan dan perwujudan keadilan sosial.
“Kita mau meluruskan politik ke tujuan mulia, mengembalikan ke jalurnya, dan akan kita formulasikan dalam sidang Tanwir," katanya. (ROZIQIN/B-6)








