BORNEONEWS, Sukamara - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sukamara mengevaluasi program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab). Evaluasi dilakukan untuk memantau kemajuan dari program yang telah dilaksanakan.
"Evauasi ini dilakukan agar kita bisa mengetahui kemajuan pelaksanaan kegiatan," ungkap Kabid Peternakan DKPP Sukamara Syamsir Hidayat, Senin (27/11/2017).
Upsus Siwab merupakan program yang terintegritas, yakni dengan cara melakukan pendekatan kepada masyarakar agar berperan aktif dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya peternakan untuk mencapai kebuntingan.
"Program ini adalah upaya pemerintah untuk mempercepat peningkatkan populasi sapi dan kerbau bunting di Kabupaten Sukamara," ujarnya.
Melalui evaluasi ini, DKPP dapat mengentahui permasalahan dan kendala yang dihadapi. Sehingga bisa dicarikan solusi serta tindakan yang diperlukan demi menyukseskan program Upsus Siwab.
"Kegiatan evaluasi Upsus Siwab ini juga diikuti oleh Tim Supervisi dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Pelaihari (Kabupaten Tanah Laut)," ucap Syamsir Hidayat. (NORHASANAH/B-3)








