BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haidar Nasir mengingatkan, korupsi bukan soal sederhana. Tetapi menghancurkan sendi berbangsa dan bernegara. Pelaku Korupsi bukan karena kurang makan, tetapi karena sifat rakusnya.
“Korupsi ini bukan karena kurang makan, tetapi rakus. Bayangkan, prpyek pemerintah belum dikerjakan saja, sudah diambil 40 persen. Bagaimana bisa bagus,” ucap Haidar saat berlangsung pembukaan Tanwir II Pemuda Muhammadiyah, Senin (27/11/2017).
Kenapa Korupsi bukan soal sederhana? Karena berkaitan dengan integritas. Banyak orang yang awalnya berakhlak mulia, mengajar etika, berintegitas, dan produktif. Begitu tergoda dengan uang, yang biasanya produktif bisa jadi tidak lagi produktif.
Ia pun mengingatkan beberapa hal. Bangsa ini telah memiliki dasar yaitu Pancasila sebagai sumber norma dan hukum dan Agama sebagai sumber nilai. Keduanya harus saling menguatkan. “Jangan hanya jadi dogma dan norma, tetapi harus dihidupkan sehari-hari,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan bagaimana mental korup bisa menjangkiti. Hal itu lantaran sesuatu yang terlalu berlebihan. Dalam bahasa arab atau Qur’annya adalah Isyrof (berlebih-lebihan). Contohnya, orang kaya raya dan menguasai ekonomi di Republik ini hanya 5 persen tetapi menguasai hingga 95 persen kekayaan Indonesia.
“orang yang keblablasan dalam penguasaan sumber daya dan ekonomi, cenderung berbuat fasad atau kerusakan di bumi. Terlalu menguasai dalam banyak hal. Isyrof inilah yang bikin korupsi. Agama jangan selalu dipojokkan. Agama adalah ahlak yang baik, inilah yang membangun integritas,” urainya.
Sementara Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil A Simanjuntak mengatakan memang di negeri ini tidak banyak elit yang memiliki integritas. Banyak yang ahli dalam suatu keilmuan, tetapi justru digunakan untuk menyiasati.
“Indonesia tidak kurang cendekiawan, tidak kurang agamawan hebat, banyak politisi cerdas, banyak TNI-POlri yang hebt, tetapi justru kekurangan orang yang bisa merawat integritasnya. Banyak elit yang melakukan acrobat hukum untuk menyiasati hukum,” cetusnya. (ROZIQIN/B-5)
Ketua Muhammadiyah Haidar Nasir: Korupsi Bukan Kurang Makan, Tapi Rakus
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







