BORNEONEWS, Nanga Bulik - Usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Lamandau saat ini dinilai cukup menjanjikan. Terlebih, di Lamandau banyak sungai yang bisa dijadikan media untuk budidaya ikan air tawar dengan sistem keramba apung.

"Lamadau ini banyak sungai dan rawa-rawa yang bisa digunakan sebagai media untuk usaha budidaya ikan air tawar. Jika dikelola secara maksimal, usaha ini sangat menjanjikan," sebut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Lamandau melalui Kepala Bidang (Kabid) Perikanan, Yudah Sulasopli, Selasa (28/11/2018).

Terlebih, lanjut dia, permintaan atau kebutuhan ikan air tawar di Lamandau sangat besar. Sementara di sisi lainnya, produksi atau hasil budidaya petani lokal belum mampu memenuhi permintaan masyarakat.

"Dengan kondisi itu, budidaya ikan di daerah kita bisa dijadikan salah satu usaha yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Ia mengakui, dalam usaha budidaya ikan air tawar, petani di Kabupaten Lamandau harus menyiapkan modal yang lumayan besar untuk membeli pakan ikan.

"Kalau untuk bibit, seperti ikan Nila, Lele dan ikan Emas, BBI (Balai Benih Ikan) kita yang ada di kecamatan Sematu Jaya sudah bisa menyediakan," ucapnya.

Hanya saja, untuk masalah pakan inilah yang menjadi kendala, karena di Lamandau belum ada yang memproduksi pakan ikan. Sehingga harus mendatangkan dari luar, misalnya Pangkalan Bun.

"Hal inilah yang menyebabkan petani harus memiliki modal lebih. Karena jelas, jika beli dari luar daerah, harganya-pun akan lebih mahal," tukasnya.
(HENDI NURFALAH/B-2)