BORNEONEWS, Palangka Raya – Ada tiga sebab yang saling bertautan kenapa kemiskinan menimpa penduduk, yang kemudian disebut Lingkaran Setan Kemiskinan. Lingkaran ini, ada tiga hal yang selalu berputar tiada ujung dan pangkal, yaitu tingkat pendapatan, tingkat kesehatan, dan tingkat pendidikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng menjelaskan lingkaran setan kemiskinan (Vicious Circle) ini saat berlangsung rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan Povinsi Kalteng, Selasa (28/11/2017).
Lingkaran Setan Kemiskinan ini mengartikan bahwa penduduk miskin adalah mereka yang tingkat pendapatan rendah. Akibat pendapatan rendah ini, akhirnya menyebabkan tingkat kesehatan rendah. Akibat kesehatan rendah, menyebabkan tingkat pendidikan rendah. Selanjutnya akibat pendidikan rendah menyebabkan penghasilan atau pendapatan rendah.
“Karena itulah pentingnya Basis Data Terpadu (BDT), untuk mengatasi masalah kemiskinan ini. Karena dengan sistem BDT ini berguna untuk perencanaan program perlindungan sosial yang dicanangkan pemerintah guna mengurangi jumlah penduduk miskin,” kata Kepala BPS Kalteng Hanif Yahya.
Dengan BDT pula, lanjutnya, akan seiring denan tujuan pembangunan nasional yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakay secara berkelanjutan. Sistem BDT, akan berisi data siapa dan dimana calon penerima bantuan sosial, dilengkapi keterangan sosial ekonomi.
Sementara itu Kepala Badan perencanaan pembangunan daerah dan penelitian pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng Yuren S Bahat mengatakan, kemiskinnan merupakan permasalahan bangsa yang mendesak dan memerlukan langkah langkah penanganan dan pendekatan yang sistematik, terpadu dan menyeluruh.
“Tujuan dilakukan Rakor adalah untuk meningkatkan pemanfaatan data dan inovasi untuk penajaman sasaran program pembangunan dan penajaman program penanggulangan kemiskinan, serta inovasi kebijakan,” terangnya. (ROZIQIN/B-5)
Ini Lingkaran Setan Kemiskinan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Polsek Pahandut Amankan Pria Mengaku Anggota BPK Minta Sumbangan di Palangka Raya
Polres Lamandau Sita 705 Gram Sabu dan 400 Pil Ekstasi, Terduga Kurir Diamankan
KPK Periksa Direktur L&G Insurance Broker Sebagai Saksi Kasus Jasindo
Polres Lamandau Tangani 3 Kasus Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 7,3 Hektare
Komentar (0)
Memuat komentar…







