BORNEONEWS, Sampit - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Klas IIB Sampit diberi berbagai bekal keterampilan, agama, kerajinan hingga bangunan. Itu dilakukan untuk memberikan pembinaan tidak hanya sekadar mental saja namun juga spritual mereka.
"Pembinaan agama kita menggandeng pihak Kemeneterian Agama, WBP kita yang mengikutinya sangat antusias sekali," kata Kepala Lapas Sampit, M Khaeron, Rabu (29/11/2017).
Kegiatan itu diharapkan para warga binaan setelah lepas bisa membentengi hati dan iman mereka dari godaan duaniawi. Tidak hanya itu di Lapas juga para WBP dibekali dengan keterampilan membuat berbagai jenis kerajinan dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti bambu, tempurung kelapa, kertas dan bekas kabel telepon.
Serta keterampilan bangunan seperti membuat paving hingga cara memasangnya. "Ini keterampilan mandiri, agar keahlian yang didapat di dalam Lapas saat keluar nanti bisa dikembangkan," tegas Khaeron.
Menurut Khaeron meandset para WBP harus dirubah, dengan cara memberikan bekal dan pembinaan. Seperti pembuatan souvenir menggunakan bahan lokal yang murah meriah, setelah diolah memberikan harga yang luar biasa.
"Seperti bambu harga sebatang sekitar Rp15 ribu, tempurung sekilo sekitar Rp3 ribu, setelah diolah mampu memberikan harga yang begitu besar," ucapnya.
Menurut Khaeron para WBP punya semangat hidup uyang kuat, dari itu perlu didukung, dengan memberikan modal kecil mereka mampu menciftakan hasil karya buah tangan mereka bernilai secara ekonomis.
"Ini bisa jadi bekal hidup mereka nantinya, karena mereka punya bukat, agar kedepan bisa menjadi SDM yang bermanfaat," tukasnya. (NACO/B-5)
WBP Lapas Sampit Dibekali Berbagai Keterampilan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rutan Palangka Raya Dorong Sportivitas Jadi Bagian Pembinaan Warga Binaan
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







