Borneonews, Pangkalan Bun
- Usai upacara penyambutan Kapolres Kobar yang baru, AKBP Arie Sandy Zulkarnain Sirait di Mapolres Kobar, Sabtu (2/12/2017), mantan Kapolres Kobar AKBP Pria Premos menyampaikan pesan khusus kepada koleganya itu.

Menurut Pria, selama ia menjabat sebagai Kapolres ia banyak belajar, terutama bagaimana uniknya Kabupaten Kotawaringin Barat, baik keunikan secara politik, ekonomi dan budaya. "Yang jelas saya banyak belajar dan saya sudah menganggap Kobar sudah seperti kampung saya sendiri," ujar Kapolres, Sabtu (2/12/2017).

Oleh sebab itu dengan segala keunikan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kapolres yang baru dapat belajar lebih banyak baik secara internal maupun eksternal sehingga dapat berbuat lebih baik lagi kedepannya.

"Beliau nanti akan melihat bagaimana internalnya dan bagaimana eksternalnya selain itu bagaimana program pimpinan dan sumber daya yang ada, apalagi beliau sudah menguasai Kalteng ini bagaimana," ujar AKBP Pria Premos.

Ia juga berpesan kepada masyarakat Kabupaten Kobar pada tahun 2018 yang merupakan tahun politik dipastikan ada saja isu yang akan dijadikan alat untuk memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa. Masa kelam pada tahun 2001 dapat dijadikan pembelajaran bagi masyarakat Kobar, karena perpecahan sangat tidak enak dan yang rugi adalah masyarakat Kobar sendiri."Masyarakat harus betul-betul bijak yang perlu diingat aman jauh lebih baik," kata Pria.

Ia juga menyampaikan bahwa selama menjabat sebagai Kapolres Kobar pengungkapan kasus yang paling berkesan adalah saat Polsek Aruta berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap bidan Dini Prasetyani yang merupakan ASN yang bertugas di Puskesmas Desa Penyombaan. (KOKO SULISTYO/B-8)