BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemkab Barito Utara (Barut) memperingati maulid nabi Muhammad SAW dirangkai dengan acara Baayun atau Batuyang anak yang dilaksanakan di Masjid Jami Muara Teweh, Minggu (3/12/2017).

Kegiatan itu dilaksanakan Pemkab Barut bekerjasama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) setempat.

Baayun sendiri diikuti 74 anak dari beberapa sejumlah desa/kelurahan, seperti Lemo, Lanjas, Melayu, dan Jambu.

Baayun merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan di kabupaten tersebut. Ini merupakan salah satu tradisi yang sarat makna sejarah, nilai filosofis, akulturasi dan prosesi budaya yang unik.

Kegiatan itu diklaim berasal dari masyarakat Dayak sejak zaman dahulu yang masuk ke wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Pada waktu itu Islam baru masuk di ke Kerajaan Banjar yang dipimpin Sultan Suriansyah. Kegiatan itu kemudian dilangsungkan dengan membacakan syair-syair Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Saya memberikan apresiasi kepada PHBI atas terselenggaranya kegiatan Baayun atau Batuyang ini, semoga  ini terus dilestarikan dan dilaksanakan tiap tahunnya,” ujar Bupati Barut H Nadalsyah yang menghadiri kegiatan tersebut.

Pria yang akrab disapa Koyem itu menambahkan, selain sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan itu juga merupakan salah satu upaya memperkuat tali silahtuhrahmi di antara sesama umat muslim yang dinilai sangat berharga bagi kelangsungan pembangunan di daerah. (RAMADHANI/B-5)