BORNEONEWS, Sampit - Ratusan sopir dan armada truk dump atau pengangkut pasir di Kota Sampit berdemo di Jalan Tjilik Riwut dan Jalan M Hatta, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), atau tepatnya di Bundaran Balanga, Senin (4/12/2017).
Dalam aksi tersebut, mereka menuntut perhatian dari pihak pemerintah terkait penambangan galian C yang selama ini belum ada solusi apapun. "Saat ini untuk harga tanah uruk naik kembali, karena susahnya mengurus izin penambangan pasir," ujar salah satu sopir truk Kaswandi di lokasi demo.
Pihaknya keberatan karena harga dalam satu truk pasir uruk sudah mencapai Rp100 ribu. Padahal sebelumnya hanya Rp40 ribu per truk. Dengan harga tersebut, pihaknya terpaksa menjual kepada konsumen dengan harga yang lebih tinggi. "Kami takut dianggap mempermainkan harga. Padahal kami tidak pernah melakukan hal itu, karena kenaikan berasal dari pemilik lahan," kata Kaswandi.
Para sopir menuntut ada tindakan dan solusi dari pemerintah. Jangan sampai, akibat aturan dan kenaikan harga membuat perekonomian mereka melemah. Sebab, kenaikan harga berpengaruh pada pendapatan dan pemesanan tanah uruk yang berkurang drastis.
Sementara, sedikitnya ada 100 orang sopir bersama truknya melakukan demo. Mereka berkumpul di tepi kiri jalan Jendral Sudirman dan M Hatta. Hingga siang ini mereka masih melakukan aksi dengan harapan ada perubahan dari pemerintah. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)
Ratusan Sopir Truk Pengangkut Pasir Turun ke Jalanan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kabut Asap, Kecelakaan Menewaskan Dua Pengendara di Sudirman Km 9 Sampit
Akademisi Soroti Kemarau Panjang dan Lahan Gambut dalam Karhutla Kalteng
IPLM dan Perpustakaan Sekolah
Kemenkes: Tujuh Kabupaten/Kota di Kalteng Masuk Kategori Udara Berbahaya
Truk Kontainer Tabrak Kios di Muara Selan Banjar, Dua Orang Luka
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Komentar (0)
Memuat komentar…







