BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Sinar Kemala menyebut, indikator keberhasilan pemerintah daerah setiap tahunnya bukan sejauh mana kemampuan penyerapan anggaran, namun yang tidak kalah penting adalah sejauh mana program itu bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut dia, parameter keberhasilan program yang dilaksanakan dapat diimplemensasikan secara nyata dan kualitas pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Untuk mendukung anggaran secara efektif , Fraksi Partai Golkar berpendapat bahwa perlunya pemerintah daerah mengembangkan dan memaksimalkan perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja," katanya, Selasa (5/12/2017)

Tujuan utama dilakukannya ini adalah untuk mengubah paradigma tradisional yang berfokus pada penganggaran uang menjadi kinerja yang menitik beratkan pada perencanaan kegiatan.

Ditegaskannya jika orientasi anggaran itu hanya sekadar terserap dengan mengesampingkan kualitas penggunaan anggaran itu sama halnya paradigma lama. Sementara saat ini, kondisi keuangan daerah yang sangat kurang kuncinya adalah penggunaan anggaran yang efektif dan efisien.

“Percuma serapan anggaran bagus tapi dalam tataran penggunaannya tidak sesuai dengan harapan, misalnya saja dalam pengerjaan kegiatan itu kualitasnya asal-asalan," tandasnya.

Komposisi APBD Kotim Tahun 2018 yang baru disahkan yakni pendapatan sebesar Rp1,70 triliun terdiri dari pendapatan Rp234 miliar, dana perimbangan Rp1,12 triliun pendapatan lain-lain Rp338,5 miliar. Sedangkan belanja tidak langsung Rp842,7 miliar,  belanja langsung Rp 931 miliar dan defisit anggaran sekitar RP72,6 miliar atau 4,27 persen. (NACO/B-5)