BORNEONEWS, Sampit - Anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur melonjak tajam di tahun 2018, yakni mencapai Rp 6 miliar. Naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan anggaran tahun 2017, yang hanya Rp 2,5 miliar. Hal itu merupakan salah satu langkah pemkab untuk mengembalikan masa kejayaan olahraga di Kotim.
Ketua KONI Kotim, Halikinnor tak menampik adanya penurunan prestasi olahraga dalam beberapa tahun terakhir. Contohnya, pada Porprov 2010 lalu, Kotim meraih juara ke dua. Kemudian di Porprov Kalteng 2014, Kotim.
Halikinnor menyatakan tekad untuk mengambalikan prestasi olahraga Kotim, menjadi yang terbaik di Kalimantan Tengah. Terutama fokus pembinaan pada cabang olahraga yang belum pernah meraih prestasi, seperti panjat dinding. Padahal atletnya memiliki kualitas.
"Cabang olahraga panjat dinding meraih juara harapan saat mengikuti kompetisi di Palangka Raya, beberapa waktu lalu. Belum sampai satu bulan dibina dan dilatih, atlet sudah bisa berprestasi. Apalagi jika waktu pelatihan lebih panjang. Mungkin hasilnya lebih maksimal," kata Halikinnor.
KONI juga akan menginventarisasi cabang-cabang olahraga yang berpeluang besar menghasilkan medali emas. Untuk menghadapi Porprov, pengurus masing-masing cabang olahraga diminta mematangkan persiapan..
"Terus berkoordinasi, segala bentuk komunikasi itu penting. Semangat berlatih, raih prestasi dengan sportif. Mari kembalikan masa kejayaan kita," pungkas Halikinnor. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)








