BORNEONEWS, Palangka Raya – Guru besar Universitas Palangka Raya (UPR), Prof Salampak sepakat untuk membawa UPR lebih maju harus memiliki roadmap jelas dan mempunyai ‘bendera’ tersendiri. Dengan demikian bisa memberi nilai tawar lebih di mata perguruan tinggi lainnya.

“Tidak bisa kalau tanpa roadmap yang jelas dan terarah. Harus ada bendera sendiri, mau keilmuan mana yang diunggulkan, corak keilmuan mana yang menjadi ruh penelitian kita yang menjadi nilai tawar dan kompetisi kita di bidang akademis,” ucapnya saat sesi diskusi Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat di Aula Rahan Rektorat UPR, Sabtu (9/12/2017).

Harus memiliki "bendera" sendiri inilah yang menjadi bagian mencari identitas UPR, pembeda dibanding universitas lain. Dan hal ini menurut Salampak, harus dirumuskan menjadi visi pengembangan UPR ke depan.

Ahli gambut Kalteng ini juga menampik jika potensi di UPR kurang bagus. Karena banyak hasil penelitian yang sangat bisa diandalkan baik level nasional dan internasional. Buktinya, banyak jurnal penelitian dosen yang tembus lembaga jurnal internasional dan terindeks Scopus. Yang kurang hanya pada sisi manajemen yang harus ditingkatkan.

Salah satu dosen lainnya, Jhon Retei Alfrisandi menambahkan, justru akses terhadap roadmap itulah yang menurutnya sangat lemah dan susah diraih. Karena itu, ia berharap Plt Rektor sekarang dan Rektor yang akan datang lebih ‘open minded’ dalam membuat perencanaan. “Dokumen Roadmap harus dibuka dan terbuka,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Rektor Agus Indarjo menandaskan, perbaikan kedepan adalah bagaimana dukungan terhadap lembaga riset di kampus lebih terlihat. Selain anggaran, juga dukungan pelatihan serta pendampingan, supaya hasil penelitian bermanfaat tidak hanya di kampus tetapi juga luar kampus.

Karena itu, Plt Rektor yang baru beberapa pekan menjabat ini juga menekankan, membangun kampus yang memiliki nilai tawar yang bagus tidak bisa dilakukan dengan sendiri atau satu pihak saja. Tetapi dengan kerjasama dan kerja bersama-sama.

“Harus punya roadmap jelas dan jangan berfikir bisa kerja sendirian. Harus bermitra dengan Pemerintah daerah, unsur FKPD, tarik dunia industri dengan kerjasama magang di perusahaan. Kitaharus bermitra,” tutupnya. (ROZIQIN/B-5)