BORNEONEWS, Palangka Raya – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah melakukan verifikasi yang dilakukan selama sepekan. Dari 63 organisasi kepemudaan (OKP) yang berhimpun, ternyata hanya 27 organisasi saja yang ikut verifikasi.

Ada sebanyak 36 OKP sisanya, belum melakukan verifikasi. Rinciannya, ada 13 OKP yang menghubungi lalu meminta diberi waktu hingga sebelum pelaksanaan Musprov nantinya. Kemudian ada 22 OKP yang tidak melakulan konfirmasi sama sekali. Lalu dari enam OKP berstatus Peninjau pada saat Musprov ke-13 di Sukamara, hanya empat OKP melapor dan dua OKP meminta waktu.

Menurut Ketua KNPI Kalteng, Fairid Naparin, OKP yang belum melakukan verifikasi bukan berarti harga mati untuk berupaya melakukan langkah registrasi dan melampirkan SK kepengurusannya yang masih aktif.

"Waktu verifikasi selama 1 minggu yang lalu bukan harga mati tetapi kami menginginkan adanya respon dari teman-teman OKP. Surat yang diberikan sudah beberapa kali, dan verifikasi ini dilakukan kan karena telah sesuai dengan kesepakatan,” terang Didit, sapaannya, Senin (11/12/2017).

Langkah verifikasi terhadap kepengurusan OKP, termasuk kendala kenapa tidak juga kungjung melaporkan SK kepengurusan aktif, juga menjadi perhatian pihak pelaksana verifikasi. Diharapkan, kendala OKP juga bisa sedapat mungkin dikatahui KNPI sebagai wadah berhimpun OKP.

"Intinya komunikasi sangat penting karena kami sendiri kan tidak mengetahui permasalahan dari OKP yang masih belum konfirmasi. Oleh sebab itu, ke depan agar jangan sampai OKP-OKP yang berhimpun di KNPI ramai ketika Musprov saja,” harap Ketua Verifikasi OKP, Ahmad Syarif. (ROZIQIN/B-5)