BORNEONEWS, Palangka Raya – Selain kepada guru, ada sejumlah pesan yang disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran kepada anak didik. Khususnya mereka hadir dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun PGRI yang ke-72, di halaman Kantor Gubernur, Kota Palangka Raya, Senin (11/12/2017).

Sedikitnya ada lima hal yang ditekankan Gubernur Sugianto kepada peserta didik. Mulai dari kewajiban menghormati guru dan orang tua, menghindari narkoba dan minuman keras, hingga tidak terburu pacaran di masa sekolah.

“Pertama, agar seluruh anak didik di semua tingkatan untuk hormat dan patuh kepada orang tua. Mintalah doa mereka. Kedua, hindari narkoba. Ketiga, jauhi numan keras. Keempat, jangan merokok. Dan kelima, jangan pacaran,” sebut Gubernur yang disambut riuh tepuk tangan peserta upacara.

Lalu kenapa ia melarang siswa merokok? Gubernur Sugianto seusai upacara mengatakan, siswa saat usia sekolah jarang dan bahkan tidak mungkin menghasilkan uang sendiri. Alangkah buruknya ketika uang hasil pemberian orang tua ternyata digunakan untuk membeli barang tidak berguna, bukan kebutuhan sekolah.

Mengenai alasannya melarang pacaran, karena ia menilai siswa yang pacaran tidak akan fokus mengejar prestasi, khususnya di sekolah. Lebih dari itu, menurut Gubernur, pacara di masa sekolah sama halnya dengan tidak menghargai jerih payah orang tua yang menyekolahkan.

“Kenapa jangan pacaran? Ya agar lebih fokus belajarnya.”

“Jaga amanat dan kepercayaan orang tua. Kita bukan anak orang kaya semua. Ada orang tua yang di pedalaman menyadap karet, kerja di kebun sawit, di pertambangan liar, dan lainnya. Mereka mencari uang untuk menghidupi keluarga dan sekolah anak,” pesannya. (ROZIQIN/B-3)