BORNEONEWS, Palangka Raya - Semangat tinggi ditunjukkan Ade Supriyadi dalam membina cabang olahraga panahan di Kalimantan Tengah. Bahkan, Ketua Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kalteng itu bertekad terus mengembangkan olahraga bergengsi itu di Bumi Tambun Bungai.

"Turnamen atau kejuaraan ini harus kita laksanakan minimal setahun sekali. Karena kalau atlet cuma berlatih terus dan tidak pernah diuji tanding, kita tidak akan tahu tolak ukurnya," kata Ade pada pembukaan Kejuaraan Panahan Isen Mulang Open 2017 di Lapangan Panahan, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Palangka Raya, Senin (11/12/2017).

Ia menuturkan, Kalteng sebenarnya memiliki potensi besar untuk bisa menjaring atlet panahan berprestasi. Apalagi animo masyarakat terhadap panahan cukup besar. Hanya, kendala yang dihadapi adalah peralatan panah dan busur yang cukup mahal.

Ia pun berharap olahraga ini mendapat perhatian pemerintah provinsi dan perangkat terkait lainnya sehingga bisa menfasilitasi peralatan panahan.

Terkait dengan kejuaraan tersebut, Ade berharap potensi atlet akan terlihat. "Dengan begitu akan fokus melakukan pembinaan terhadap yang berpotensi tersebut. Sehingga pada even nasional dan internasional bisa tampil maksimal," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-3)