BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kenaikan bea masuk (BM) di India untuk minyak nabati, termasuk minyak sawit mentah (CPO) dan minyak sawit olahan, dapat berdampak jangka pendek bagi emiten kebun, termasuk PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

"Kenaikan pajak kemungkinan akan membuat volume penjualan minyak sawit olahan lebih rendah mulai awal tahun depan," kata Analis UOB Kay Hian, Edward Lowis dalam risetnya.

Apalagi, Tiongkok dan India merupakan konsumen terbesar produk hilir AALI.

"Penjualan minyak sawit olahan AALI biasanya mencapai 30% hingga 35% dari total volume penjualan," papar Edward.

Namun, Edward berharap sentimen ini hanya bertahan jangka pendek. Pasalnya, India tetap harus memenuhi permintaan yang masih tinggi.

"Diprediksi AALI akan mengalami penurunan laba bersih sebesar 14,59% year on year (yoy) pada tahun depan menjadi Rp1,66 triliun," tuturnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)