BORNEONEWS, Sampit - Guna memudahkan pengawasan terhadap kedatangan barang dari luar daerah. Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun mendesak pemkab setempat menyediakan lahan khusus untuk bongkar muat.
"Terutama bongkar muat angkutan yang datang dari kapal. Pemkab Kotim harus punya areal khusus untuk bongkar muat, ini salah satunya untuk menghindari berbagai aksi penyelundupan ke Kotim termasuk seperti kasus obat yang dua truk beberapa waktu lalu," kata Rimbun, Rabu (13/12/2017).
Tempat bongkar muat itu menurutnya bisa juga diarahkan di jalan lingkar selatan disana nantinya Pemkab Kotim menyediakan lahan khusus. Sehingga setiap angkutan itu wajib bongkar muat di sana.
Termasuk, juga truk yang tidak bongkar itu wajib masuk ke areal itu untuk dicek. "Sejak awal saya sudah memngingatkan bahwa pengawasan terhadap lalulintas pelabuhan memang harus diperketat," tegasnya.
Apalagi saat kasus penyelundupan kayu yang beberapa waktu lalu, pengawasan di pelabuhan Kotim masih terlalu lemah, akibatnya para oknum dengan sangat mudah memainkan kesempatan tersebut.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan tidak cukup Pemkab Kotim hanya mengatakan prihatin atas kasus masuknya zenith atau bahkan barang-barang ilegal tersebut. Harus ada aksi dan sikap nyata untuk bersama menanggulanginya. (NACO/B-5)
Pemkab Kotawaringin Timur Diminta Sediakan Lahan Khusus Bongkar Muat
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rimbun Kritik Pemerintah Pusat Usai Agenda Menhut di Kotim Batal
Bencana Karhutla Gambut Parah, Anggota DPRD Kotim Desak Langkah Nyata Menteri Kehutanan
Ketua DPRD Kotim Berharap Kunjungan Menhut Buka Jalan Bantuan Pusat untuk Karhutla
DPRD Kotim Berkomitmen Cegah Intervensi dan KKN dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Jembatan Menuju SMAN 1 Samuda Rusak Parah, DPRD Kotim Dorong Pembangunan Permanen
Ketua Komisi I DPRD Kotim Salurkan 12.400 Liter Air Bersih untuk Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







