BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas Rianova mengatakan Kabupaten Kapuas menjadi salah satu daerah yang dikunjungi Tim Kajian Pemindahan Ibukota RI. Namun, Kapuas hanya masuk dalam kajian transportasi darat dan sungai. Pasalnya, selama ini yang digadang-gadang menjadi Ibu Kota RI Kota Palangka Raya, Katingan dan Gunung Mas.
"Kalau kita Kapuas tidak menjadi perbincangan selama ini di tingkat level pemerintahan ketika ada pertemuan di Provinsi. Kedatangan tim ini hanya mengkaji dari aspek transportasi darat, sungai penerangan dan telekomunikasi," kata Rianova saat mendampingi tim kajian pemindahan ibu kota di Kantor Bappeda Kapuas, Rabu (13/12/2017)
Menurut Rianova, pihaknya telah menyampaikan paparan kepada tim bahwa sebagian besar wilayah Kabupaten Kapuas secara tata ruang masih banyak yang statusnya hutan. Kemudian, wilayah terbagi menjadi dua yakni pasang surut dan non pasang surut terdiri dari 17 kecamatan dan 214 desa.
"Kalau pun ada pembangunan secara besar-besaran di daerah pasang surut. Tentu cost (biaya) pembanguan sangat tinggi karena daerah gambut. Kalau daerah non pasang surut juga kondisi geografis yang ekstrem menjadi salah satu kendala," pungkas dia. (DJIMMY NAPOLEON/B-8)
Ini Penjelasan Sekda Kapuas Terkait Ibu Kota Negara
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kapuas Bakar Bekas Bangunan Usang, Tidak Ada Rumah Warga yang Terbakar
Waterfront City Kapuas Bakal Dilengkapi Tempat Duduk, Material Lantai Masih Dibahas
Waterfront City Kapuas Bukan untuk Bongkar Muat, Kendaraan Dibatasi 8 Ton
Waterfront City Terhubung dengan Dermaga KP3, Dishub Siapkan Gerbang Penghubung
Waterfront City Kapuas Sudah Lewati Dermaga KP3, Ditarget Tembus Ujung Murung 12 November 2026
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…






