BORNEONEWS, Palangka Raya – Kesatuan Umat Islam (KUI) Kota Palangka Raya berencana menggelar aksi pada Jumat (15/12/2017). Ini berkaitan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusslem adalah Ibukota Israel.

Rencana aksi disampaikan Ketua KUI Kota Palangka Raya, Rus’ansyah saat berdiri menyampaikan sambutan pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Palangka Raya, Rabu (13/12/2017) malam.

Giliran Walikota Riban Satia menyampaikan pidato sambutannya, ungkapan Rus’ansyah ini pun langsung ditanggapi Riban. Ia tidak memungkiri isu Palestina menjadi perhatian dunia. Tetapi ia meminta aksi KUI dilakukan proporsional.

“Kami minta kepada KUI Kota maupun KUI Provinsi, juga kepada masyarakat luas, agar yang disampaikan adalah kontekstual dan proporsional. Juga berikutnya adalah tidak mengganggu kerukunan beragama di wilayah Bumi Tambun Bungai ini,” imbau Riban.

Sementara itu, Rus’ansyah selain mengutarakan maksud KUI menggelar aksi di Bundaran Besar, juga membeberkan maksud berdirinya KUI. Kata Rus’ansyah, KUI lahir karena kondisi pada saat itu kegentingan terhadap kekompakan yang rapuh dan untuk semangat solidaritas sesama organisasi Islam dalam menyikapi isu bersama sehingga dibentulah KUI. (ROZIQIN/B-5)