BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Teguh Suseno bin Soiman, 21, karyawan perusahaan puya (zirkon) PT Irvan Prima Pratama, yang merupakan warga RT 18, Desa Bumi Harjo (SP 2 Sungai Rangit), Kecamatan Kumai, dilaporkan tenggelam di Sungai Kalap, Kamis (14/12/2017) sekitar pukul 09.30 WIB.

Peristiwa nahas yang menimpa Teguh bermula saat korban bersama lima rekannya dari PT Irvan Prima Pratama pergi memancing menggunakan kelotok tempel. Kelima rekan korban yakni Sarpin, Kasno, Popon, Ngalimam, dan Solih.

Saat tiba di lokasi, korban bersama tiga rekannya bukannya memancing. Mereka justru turun ke tepi sungai yang banyak ditumbuhi tanaman bakau. Korban bermaksud mencari kerang. Sedangkan dua rekan korban lainnya tetap berada di atas kelotok.

Saat asyik mencari kerang, korban dan rekannya tidak menyadari bahwa DAS Kalap yang semula surut perlahan mulai pasang. Melihat kondisi sungai yang pasang ketiga rekan korban segera berenang menuju perahu yang jaraknya sekitar 5 meter.

Walau tidak bisa berenang korban juga nekat menceburkan diri ke sungai. Belum sampai ke perahu, korban yang masih mengenakan pakai lengkap (celana pendek warna hitam dan mengenakan kaos lengan pendek warna putih) tenggelam. Kelima rekan korban tidak sempat memberikan pertolongan lantaran tubuh Teguh langsung hilang di telan air.

"Korban saat itu memancing bersama lima rekannya. Namun korban yang tidak bisa berenang turun ke tepi sungai dan mencari kerang. Saat itu kondisi sungai surut dan hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan," ungkap Kapolsek Kumai AKP Hendri, Kamis (14/12/2017).

Saat ini upaya pencarian korban terus dilakukan dengan melibatkan Satpolair Polres Kobar, Polsek Kumai, Kodim 1014/Pbn, KP3, BPBD Kobar, Polair Polda Kalteng, dan KPLP. (KOKO SULISTYO/B-3)