BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Warga Dusun Karetaw, Desa Tapen mengeluhkan ketiadaan fasilitas kesehatan dan pendidikan. Anak-anak di dusun itu belajar di sebuah gubuk. "Ini bukan hasil reses yang didramatisasi, Pemerintah bisa lihat sendiri kalau tidak percaya, bahkan mirisnya lagi dalam satu bangku kursi itu diduduki oleh dua orang siswa," ungkap anggota DPRD Kapuas Dapil IV Berinto, Jumat (15/12/2017).

Maka dari itu, dirinya meminta agar Pemerintah lebih memprioritaskan pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan di wilayah tersebut. "Jadi ini nantinya harus diprogramkan ke depannya agar ada tempat yang layak bagi anak-anak di sana belajar, ditambah lagi pelayanan kesehatan yang juga memadai," katanya.

Dirinya menambahkan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dusun Karetaw memerlukan guru. "Ada PAUD disana membutuhkan tiga orang guru dengan siswanya berjumlah 30 orang," tandasnya.

Ia menjelaskan, Dusun Karetaw, Desa Tapen memang tidak berada pada lokasi asalnya. Dusun itu merupakan permukiman relokasi karena kawasan sebelumnya menjadi langganan banjir. (HAMDI/B-2)