BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Shaleh menilai ketertiban dan kesadaran berlalu lintas dengan selamat di kabupaten ini cenderung menurun. Salah satunya dia kerap menemukan pengendara motor selalu ugal-ugalan.

"Bahkan diduga kuat itu akibat mengkonsumsi obat-obatan dan mabuk, karena saya aneh melihat semakin hari pengedara dijalanan semakin ugal-ugalan, ini artinya kesadaran mereka berlalulintas dengan tertib itu rendah," kata Shaleh, Jumat (15/12/2017).

Shaleh sepakat jika pengendara ugal-ugalan itu baik motor dan mobil harus ditindak tegas, dia juga meminta agar CCTV di setiap persimpangan diaktifkan dalam 1 x 24 jam. Di situ akan mudah memantau kendaraan mana saja yang kerap melakukan pelanggaran.

"Bahkan hendaknya nomor kendaraanya dicatat. Ketika ada pengendara yang ugal-ugalan termasuk yang melanggar traffic light. Dengan demikian kita mudah mengawasinya dan jika dikemudian hari terus diulang," kata Shaleh.

Menurut Shaleh pengendara yang ugal-ugalan memang harus diberikan tindakan oleh aparat, ia mengakui aksi ugal-ugalan berkendara itu tidak hanya dilakukan di luar kota namun di jalan dalam kota yang notabenenya padat kendaraanpun tetap dilakukan.

"Karena kadang masih banyak yang suka menerobos lampu merah. Sepertinya peringatan yang disampaikan melalui pengeras suara di setiap lampu merah tidak membuat pengendara itu sadar, satu-satunya cara itu ketika tertangkap pengendara yang mabuk dan ugal-ugalan harus disanksi termasuk motornya kalau bisa ditahan saja karena ini menyangkut keselamatan pengguna jalan lainnya, bukan nyawa penegndara itu sendiri," pungkasnya.(NACO/B-5)