BORNEONEWS, Palangka Raya – Ada sejumlah pertimbangan kenapa Ibukota Jakarta dipindah. Ketua Tim Kajian Pemindahan Ibukota Negara, Imron Bulkin pun mengungkap sejumlah pertimbangan daerah tujuan pemindahan adalah luar Pulau Jawa.

Hal ini diungkapkan Bulkin saat hadir di Palangka Raya dalam kapasitasnya menggantikan Menteri PPN/ Kepala Bappenas untuk menjadi pemateri Seminar Nasional ‘Pengaruh Kebijakan dan Masa Depan Indonesia dengan topik wacana pemindahan Ibukota, Jumat (15/12/2017). Ia bersanding dengan Ahli arsitektur UI Antony Sihombing dan Walikota Palangka Raya Riban Satia.

"Kalau masih di Jawa, isu pemerataannya nggak dapat. Tetapi kalau di luar Jawa, beban Jakarta akan berpindah ke centrum pertumbuhan baru," ungkapnya.

Dari beberapa kota atau provinsi di sejumlah pulau, pilihan pemindahan Ibukota ini akhirnya mengerucut ke tiga provinsi di Pulau Kalimantan, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Lalu kenapa memilih ke tengah yaitu Pulau Kalimantan?

Bulkin mengatakan salah satu pertimbangannya adalah karena unsur geografis dan luasan lahan yang diperlukan dimana Kalimantan masih mudah ditemukan lahan dengan status kepemilikan yang relatif tidak mengalami kendala dan ketersediaannya sangat luas.

"Jika posisinya di tengah wilayah negara, ada banyak contohnya. Misalnya Brazil, memindahkan ibukota negaranya ke bagian tengah, dan ada beberapa contoh negara lainnya. Ini lebih kepada pertimbangan pertahanan negara dan sebagainya," kata dia.

"Hal terpenting dalam pertimbangan pemindahan ini adalah mengubah pola pikir masyarakat Indonesia, mengubah mindset pembangunan orientasi ke luar Jawa. Jadi memberikan perubahan dari Jawa Sentris menjadi Indonesia Sentris," pungkasnya. (ROZIQIN/B-2)