BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjadi seorang pemimpin tidak hanya membutuhkan bakat. Tapi juga dibutuhkan kemampuan dan keahlian yang dilatih sejak muda.

Itulah poin utama yang disampaikan Kasubdit Peliputan Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidhumas Polda Kalteng, Penata Tri Siswanti ketika menjadi narasumber pada kegiatan Latihan Kepemimpinan Nasional (LKN) di Aula Palangka, Universitas Palangka Raya, Sabtu (16/12/2017).

Kegiatan yang digagas Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPR itu diikuti oleh puluhan mahasiswa dan mahasiswi.

Menurut Tri, mencapai kepemimpinan yang dapat mengayomi tidaklah mudah. Salah satu kendala yang dihadapi adalah kebiasaan buruk. Seperti ambisi pribadi, kemauan dan keinginan sepihak serta kebanggaan dan penolakan.

"Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan latihan dan pengalaman terus menerus. Karena latihan dan pengalaman sangat penting untuk mendapatkan perspektif baru yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan," ungkap Tri mewakili Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Pambudi Rahayu.

"Kami berharap, mahasiswa kedepan mampu menjadi pemimpin yang amanah dan visioner," tutur dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPR sekaligus dosen Fakultas Sosiologi Universitas PGRI tersebut. (BUDI YULIANTO/B-5)