BORNEONEWS, Sampit - Dimusim gagal panen atau musim paceklik di tahun 2017 ini tidak berlaku di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Produksi padi di kabupaten ini mampu memenuhi konsumsi masyarakat, dengan kata lain pasokan atau persediaan beras cukup hingga harga beras di pasaran Kotim tetap stabil.

Hal tersebut diucapkan oleh I Made Dikantara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotim saat melakukan panen padi di Desa Sungai Sugih, Kecamatan Kota Besi, Senin (18/12/2017).

"September lalu kami lakukan tanam padi seluas 1.517 hektare, bulan ini sudah bisa dipanen. Tapi yang kami panen hari ini hanya seluas 150 hektare, itu pun padinya sudah mengalami peningkatan produktivitas yang signifikan hingga mengalami surplus beras mencapai 1.147 ton," terang Made.

Dirinya juga mengatakan, terjaminnya produksi padi di Kotim ini disebabkan karena Pemerintah Pusat dan Daerah benar-benar berupaya untuk terus menjamin bahkan meningkatkan produksi padi.

Seperti memberikan bantuan pompa air, traktor, alat tanam dan benih berkualitas, sehingga teknologi Jarwo Super ini dapat diaplikasikan dengan baik di wilayah Kotim yang merupakan lahan rawa pasang surut. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)