BORNEONEWS, Palangka Raya - KPU Kota Palangka Raya bakal menggandeng Ikatan Dokter Indonesia, Himpunan Psikologi Indonesia (Hipsi), dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memeriksa kesehatan para calon kepala daerah yang akan maju di Pilkada serentak 27 Juni 2017.
Ketua KPU Kota Palangka Raya, Eko Riadi bersama komisioner lainnya pun telah melakukan rapat awal dengan IDI, Hipsi, dan BNN untuk membahas mekanismes pemeriksaan kesehatan para calon walikota dan wakil walikota.
"Namun rapat kemarin dengan IDI, Hipsi, dan BNN ini sifatnya hanya koordinas saja, tapi secara teknis masih belum karena kita masih menunggu petunjuk teknis dari KPU RI," ucap Eko kepada borneonews.co.id, Senin (18/12/2017).
Eko mengatakan sesuai jadwal pemeriksaan kesehatan para calon kepala daerah dimulai pada 8-15 Januari 2018 dan hasilnya akan diumumkan 16 2017.
Diketahui, anggaran Pilkada Kota Palangka Raya hanya dialokasikan untuk delapan pasang calon. "Jika nanti jumlah pesertanya lebih dari delapan pasangan calon, maka kami akan merevisi sesuai kebutuhan," tandasnya. (ROKIM/B-6)
Ketua KPU Kota Palangka Raya, Eko Riadi bersama komisioner lainnya pun telah melakukan rapat awal dengan IDI, Hipsi, dan BNN untuk membahas mekanismes pemeriksaan kesehatan para calon walikota dan wakil walikota.
"Namun rapat kemarin dengan IDI, Hipsi, dan BNN ini sifatnya hanya koordinas saja, tapi secara teknis masih belum karena kita masih menunggu petunjuk teknis dari KPU RI," ucap Eko kepada borneonews.co.id, Senin (18/12/2017).
Eko mengatakan sesuai jadwal pemeriksaan kesehatan para calon kepala daerah dimulai pada 8-15 Januari 2018 dan hasilnya akan diumumkan 16 2017.
Diketahui, anggaran Pilkada Kota Palangka Raya hanya dialokasikan untuk delapan pasang calon. "Jika nanti jumlah pesertanya lebih dari delapan pasangan calon, maka kami akan merevisi sesuai kebutuhan," tandasnya. (ROKIM/B-6)








