BORNEONEWS, Sampit - Walaupun saat ini dinilai sebagai musim paceklik atau gagal panen, namun di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tetap mampu menyediakan beras, bahkan dengan hasil yang melimpah daerah ini menjual berasnya hingga ke luar daerah.
"Saat ini memang masuk dalam tahun penceklik padi. Namun di Kotim bisa panen dan hasilnya sangat memuaskan. Karena bisa memenuhi konsumsi masyarakat, bahkan bisa menjual ke daerah lain," ujar Pejabat Upaya Khusus (UPSUS) Kalimantan Tengah (Kalteng) Dr Muhrizal Sarwani, saat panen raya di Desa Sungai Sugih, Kecamatan Kota Besi, Kotim, Senin (18/12/2017).
Menurut Muhrizal, musim tanam padi di Kotim September 2017 dan masa panen Desember ini telah mencapai 1.517 hektare dengan rata-rata produktivitas rata-rata 4,4 ton per hektare.
Angka itu tentu menambah produksi padi di Kotim. Sehingga dapat menjamin persediaan beras aman dan tidak akan kekurangan hingga harus memasok dari daerah lain.
"Selama ini kebutuhan beras di Kotim yakni 4.421 ton per bulan, artinya kebutuhan beras tercukupi. Malah terjadi surplus sebanyak 1.147 ton," terang Muhrizal.
Ia juga menjelaskan, terjaminnya produksi padi di Kotim merupakan suatu hal yang patutu disyukuri. Karena masih banyak tempat dan daerah yang gagal panen karena musim panceklik tersebut. Selain itu, dirinya juga mengatakan bahwa pemerintah pusat, daerah, TNI, dan juga petani yang benar-benar berupaya untuk terus menjamin bahkan meningkatkan produksi padi juga menjadi salah satu bentuk hasil saat ini. Bahkan bantuan berupa pompa air, traktor, alat tanam dan benih berkualitas juga sangat membantu para petani di daerah ini.
Dengan adanya hal tersebut, maka dirinya berharap agar hal tersebut terus berjalan, bahkan harus ditingkatkan lagi. Sehingga hasil produksi padi di Kotim makin meningkat kembali. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








