BORNEONEWS, Palangka Raya – Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kalimantan Tengah, Senin (18/12/2017), menggelar rapat kerja di Kota Palangka Raya.
Rapat itu dihadiri puluhan pejabat, mulai dari kepolisian, TNI, kejaksaan, Kementerian Hukum dan HAM, serta aparatur pemerintahan lain.
Kapolda Kalteng Brigadir Jenderal Anang Revandoko mengatakan, beberapa hal yang ingin dicapai dalam rapat tersebut. Di antaranya, terwujudnya organisasi Satgas Saber Pungli yang dapat memberantas pungutan liar secara efektif dan efisien sesuai tugas serta kewenangannya.
Kemudian, terciptanya persamaan persepsi para personel yang tergabung dalam Satgas Saber Pungli dan UPP Kalteng, kabupaten atau kota. Terakhir, teridentifikasinya hal yang dapat mempengaruhi keberhasilan dan kelemahan aparat Saber Pungli atau UPP dalam mendinamisasi dan memotivasi personel lain (di luar Polri), sehingga organisasi berjalan optimal.
Sementara itu, Asisten III Setda Kalteng Ketut Widhie Wirawan, yang membacakan sambutan Gubernur Sugianto Sabran mengatakan bahwa raker tersebut digelar untuk menjalankan amanat dari Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tertanggal 20 Oktober 2016 tentang Satgas Saber Pungli. Dengan menimbang bahwa praktik pungutan liar telah merusak sendi kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera.
Kegiatan itu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya, Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalteng Hajrianor.
Dalam kesempatan itu, Hajrianor yang didampingi Kepala Divisi Imigrasi Zakaria dan Kepala Divisi Pemasyarakatan Anthonius Mathius Ayorbaba, mengatakan bahwa dirinya mendukung penuh kinerja tim Satgas Pungli Kalteng.
“Agar terciptanya pemerintahan yang bersih, efektif, dan efisien. Di Kemenkumham, tim Satgas Saber Pungli sudah berjalan dengan baik. Hal ini tidak lain untuk menjalankan tujuan dari organisasi yakni melaksanakan tata nilai Kemenkumham yang PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transfaran, dan Inovatif),” kata Hajrianor. (BUDI YULIANTO/B-3)








