BORNEONEWS, Muara Teweh – Mungkin sudah merupakan hal wajar jika masyarakat Kabupaten Barito Utara yang telah terdaftar dikepesertaan BPJS Kesehatan ketika berobat ke RSUD Muara Teweh mengharapkan tidak mengeluarkan biaya.
Namun, masih terdengar keluhan warga terkait masalah obat yang diresepkan dokter, yang teryata tidak semuanya ditanggung BPJS Kesehatan. Sehingga warga harus mengeluarkan biaya untuk menebus atau membeli obat itu.
Anggota DPRD Barito Utara Surianor menanggapi hal tersebut. Menurut dia, seperti diketahui masalah obat memang ada yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan dan ada pula yang tidak.
Oleh sebab itu, ia berharap ke depan antara dokter di RSUD Muara Teweh yang memberi resep obat dan pihak BPJS Kesehatan menjalin singkronisasi mengenai obat. Artinya obat yang diresep hendaknya masuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan.
Hal itu dimaksudkan untuk meminimalisasi keluhan dari masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit kebanggaan warga Barito Utara tersebut. “Ke depan masih terus perlu perbaikan. Artinya supaya obat yang diresepkan oleh dokter memang ada dan ditanggung BPJS Kesehatan,” kata Surianor, Senin (18/12/2017)
Selain itu, anggota dewan dari dapil III tersebut juga mengingatkan pihak rumah sakit agar memperhatikan stok obat dan hal penting lainnya. Jangan sampai di rumah sakit terjadi kekosongan obat.
“Dulu saya pernah mengurus warga dari Desa Muara Pari yang berobat ke RSUD Muara Teweh, waktu itu pasien ingin di rontgen tapi ternyata filmnya tidak ada. Ditanya apakah bisa membeli dan ternyata juga tidak bisa. Padahal rumah sakit ini satu-satunya rumah sakit yang ada di Barito Utara,” ujar Surianor. (RAMADANI/B-3)








