PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah korban meninggal dunia akibat insiden tabrakan antara bus Damri versus truk boks di Jembatan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau pada Minggu (17/12/2017), bertambah.

Setelah sempat menjalani perawatan selama beberapa jam di RSUD dr Doris Sylvanus, Palangka Raya, seorang penumpang bus Damri bernama Keteno, 66, dinyatakan meninggal dunia.

Warga Pangkoh 1, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, itu menghembuskan napas terakhir pada Senin (18/12/2017) pagi.

Informasi mengenai meninggalnya Keteno diamini Kabid Diklit SDM dan Humas RSUD dr Doris Sylvanus, Palangka Raya, Theodorus Sapta Atmadja. "Doris Sylvanus menerima delapan pasien (korban kecelakaan di Jembatan Tumbang Nusa). Dua pasien diperkenankan pulang, seorang pasien atas nama Bapak Kateno meninggal dunia di ruang ICU pukul 03.06 WIB," kata Theodorus.

Ia menuturkan, almarhum menderita luka berat di kepala. Pada saat datang ke RSUD, kondisinya sudah kristis. Tim medis sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan korban tapi takdir berkata lain.

Saat ini, ada lima pasien korban kecelakaan bus Damri vs truk boks yang menjalani perawatan. Seorang di antaranya bernama Nur Safitri, 10, atau cucu Kateno. Kondisi Nur Safitri masih kritis dan dalam pantauan ketat petugas medis.

Sedangkan Romli (42), sopir bus Damri dinyatakan kaki kirinya harus diamputasi karena remuk. Proses operasi berjalan sukses dan kondisinya Romli dinyatakan stabil. (BUDI YULIANTO/B-3)