BORNEONEWS, Sampit - Penembakan aparat yang bertugas di perusahaan PT BSK (Wilmar Group) Desa Tangar, Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotim terhadap dua warga yang mengklaim lahan di lokasi itu, disebut-sebut pihak perusahaan lantaran warga menyerang terlebih dahulu dmenggunakan parang.
"Informasi awal yang kami terima mereka memanen sawit perusahaan dan sudah keluar satu mobil. Saat didatangi dan diajak bicara baik-baik mereka ngamuk dengan parang, sehingga dari segi keamanan dilakukan langkah (penembakan)," kata Manager Bina Mitra Wilmar Group Andi Ayub, Senin (18/12/2017) malam.
Menurut Andi lahan yang kini diklaim Faturahim, Kastalani Cs itu dulunya sudah dibebaskan oleh Zainal dan Kastalani Cs sendiri pada 2008 silam. Di mana Faturahim, Kastalani dan Zainal ini bersaudara. "Bahkan dulu Kastalani pernah datang ke kami menyebut surat Faturahim itu palsu, tapi lama kelamaan Kastalani ikut juga mengklaim," kata Andi
Bahkan dulunya di lahan itu menurut Andi, mertua Faturrahim sempat mereka laporkan lantaran memanen sawit tersebut, perkaranya sekitar setahun silam sudah dijatuhi vonis oleh Pengadilan Negeri Sampit.
Tidak hanya itu, pihak Faturrahim juga sempat beberapa kali diundang oleh perusahaan untuk bertemu namun mereka menolaknya. Namun menurut Andi, pihaknya akan mendalalmi masalah itu terlebih dahulu, mengingat saat kejadian tidak ada di lokasi.
Andi menambahkan lahan itu milik perusahaan yang sudah diganti rugi, namun selama ini selalu dipanen warga. Alasan itulah sekuriti dan aparat saat itu datang ke lokasi kejadian.(NACO/B-11)
Ini Penyebab Penembakan Terhadap Warga Versi PT BSK
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Dua Kasus Lakalantas Terjadi saat Kabut Asap Tebal di Sampit, Dua Orang Tewas
Komentar (0)
Memuat komentar…







