BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas II A Palangka Raya, Lukman menyebut merasa terbantu dengan adanya alat X Ray plus 16 CCTV. Untuk X Ray dapat membantu mengantisipasi masuknya barang berbahaya. Sedangkan CCTV yang dipasang di setiap sudut dapat memantau setiap pergerakan warga binaan.
"Kami sangat terbantu sekali. Apalagi petugas kita juga terbatas. Saat ini Lapas Palangka Raya dihuni 616 orang dari seharusnya 200. Separuhnya kasus narkoba," kata Lukman, Senin (18/12/2017).
Dia menuturkan, total CCTV yang ada dalam Lapas tersebut kini berjumlah 28 unit. Sebanyak 16 di antaranya pemasangan baru berada di area warga binaan. Yakni dipasang di setiap blok, sudut yang dianggap rawan terjadinya hal negatif seperti salah satunya kabur.
Alat X Ray tersebut tiba beberapa waktu lalu. Sempat berfungsi tapi saat ini sedang ada gangguan. "Nanti ahlinya yang mengecek. Untuk pemeriksaan badan (pembesuk) kita masih menggunakan metaldetektor," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-2)








