BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Para produsen minyak sawit di Tanah Air hendaknya memastikan produk minyak sawit mereka sudah bersertifikasi berkelanjutan, karena terbuka lebar peluang di Negeri Matahari Terbit.
Hal itu mengacu pada apa yang disampaikan sejumlah perusahaan asal Jepang yang berniat untuk hanya membeli minyak sawit bersertifikasi mulai 2020 mendatang. Minyak sawit bersertifikasi berkelanjutan itu akan digunakan sebagai salah satu bahan baku untuk pembuatan berbagai macam produk, mulai dari kosmetik, obat-obatan dan makanan.
Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia, Datuk Seri Siew Keong, seperti dilansir The Star, mengatakan bahwa kepastian rencana pembelian oleh beberapa perusahaan Jepang untuk minyak sawit bersertifikasi itu terungkap di tengah kunjungannya ke Jepang belum lama ini. Salah satu perusahaan Jepang yang akan membeli minyak sawit bersertifikasi adalah Kao Corp.
“Mereka telah memutuskan untuk membeli minyak bersertifikasi guna memastikan komoditas tersebut dihasilkan dengan praktik-praktik yang tidak merusak lingkungan,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono, menyatakan Indonesian Sustainable Oil (ISPO) masih dianggap pemerintah mampu meningkatkan nilai kelapa sawit Indonesia di mata dunia.
"Bahkan setelah ISPO, belum tentu semuanya lancar karena masih ada lagi sertifikasi di pasar yang lebih spesifik. Ada yang belum bisa di-cover ISPO," katanya.
"Pemerintah harus negosiasi dengan negara-negara importir sehingga terlindungi. Mengingat saat ini industri sawit Tanah Air tengah diterpa berbagai hambatan baik tarif maupun non tarif seperti hambatan sawit Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) terkait biodiesel. India yang menaikkan tarif impor dan resolusi sawit Uni Eropa yang semuanya kembali ke masalah perdagangan," ujar Joko. (NEDELYA RAMADHANI/m)








