BORNEONEWS, Sampit - Pascaklaim lahan oleh warga di PT BSK anak perusahaan Wilmar Group, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur situasi mulai kondusif. Meski begitu, pondok warga tetap masih berdiri di lokasi kejadian. "Untuk kondisi aman terkendali, namun untuk pondok mereka masih ada di lokasi yang terbuat dari terpal," kata Manager Bina Mitra Wilmar Group, Andi Ayub, Rabu (20/12/2017) kepada Borneonews.co.id.

Namun apakah warga masih ada yang tetap bertahan di lokasi kejadian, Andi belum mengetahui. Ia beralasan belum berkomunikasi dengan petugas keamanan perusahaan yang ada di lapangan untuk menjaga situasi keamanan di sana.

Situasi di PT BSK sempat memanas pascadua orang warga yakni Agus, warga Kecamatan Baamang, dan Abah Abu warga Kecamatan Teluk Sampit terluka setelah mengklaim lahan. Keduanya harus menerima peluru petugas Brimob yang berjaga di perusahaan tersebut.

Dari versi warga, penembakan itu dilakukan saat satpam perusahaan mendatangi mereka, sementara itu versi perusahaan penembakan itu terjadi setelah warga menyerang aparat seusai melakukan pemanen sawit di lahan yang sudah diganti rugi.

Lahan diganti rugi melalui Zainal, Kastalani Cs, namun belakangan ini lahan kembali diklaim oleh Faturahim dan Kastalani Cs. Di mana menurut pihak perusahaan ketiga warga ini bersaudara. (NACO/B-2)